Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat datang di website Badko Rayon TKA-TPA Kec. Tempel
Sekretariat : BMT Mitra Usaha Mulia Tempel Sleman Telp. (0274) 865403 Email : badkotempel@gmail.com
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan" (Tahrim 66:6)

Jumat, 09 November 2012

Wahai Putriku ....

Rasulullah menjawab, "Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya."

Perempuan yang digantung susunya adalah istri yang menyusui anak orang lain tanpa seizin suaminya.

Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.

Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.

Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang lain yang bukan muhrim dan dia bersolek supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.

Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya keatas ubun-ubunnya lalu ular dan kalajengking datang mengigit dan menyiksanya karena ia bisa shalat tapi tidak mengamalkannya dan tidak mau mandi junub.

Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta. Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami."

Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis. Betapa wanita itu digambarkan sebagai tiang negara, rusak tiang, maka rusak pula negara, akhlak dan moral.

Meski demikian, laki-laki yang bermaksiat kepada Allah juga tidak sedikit yang masuk neraka. Ayah-ayah yang membiarkan anak perempuanya tidak memakai kerudung dan mengumbar aurat didepan orang lain

Surga dan Neraka adalah soal pilihan. Tergantung bagaimana manusia menjalani hidupnya dialam jagad raya. kalau mau selamat, maka patuhlah kepada Al-Qur'an dan hadist, balasanya adalah surga dengan segala kenikmatan didalamnya. Kalau mau celaka dengan mendurhakai Al Qur'an dan hadist, maka Allah sudah menyediakan penjara yang sangat mengerikan, yaitu neraka dengan api dan siksaan yang sangat pedih dan tidak terbayangkan oleh manusia sebelumnya.

Dalam sebuah hadist yang diwirayatkan oleh Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. bersabda: "Neraka diperlihatkan kepadaku. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita.." (HR Ahmad)

Rabu, 08 Agustus 2012

Wahai Ramadhan

Wahai Ramadhan
Wahai Ramadhan-ku.
Tamuku yang mulia..
Sungguh kalau aku dapat meminta kepada Yang Maha Memiliki Segalanya,..
Aku tidak ingin engkau cepat berlalu meninggalkanku lagi..
Aku ingin engkau lebih tinggal lebih lama lagi,
Meskipun jamuanku tak begitu layak, bahkan mungkin sangat tak layak.
Namun sungguh, aku ingin engkau tinggal lebih lama lagi.
Wahai Ramadhan-ku.
Maafkanlah aku, jika aku tak pernah sempat menemani malam-mu ketika engkau bertamu,
Maaf ketika aku jarang melantunkan nyanyian ayat-ayat cinta.
Maaf jika aku jarang mendendangkanmu dengan lantunan dzikir.
Wahai Ramadhan-ku..
Dengarkanlah aku..
Apabila Allah berkenan mengaruniakan usia yang cukup untukku.
Maka kembalilah.
Datanglah dan berkunjunglah kerumahku lagi..
Meski jamuanku tak kan pernah pantas.
Kumohon datanglah..
Ketahuilah bahwa aku selalu merindukanmu..
Merindukan keistimewaanmu dari tamu yang lain..
Aku selalu menunggumu di tengah pengaharapan akan seluruh limpahan ramhat dari Tuhan-ku yang Maha Indah..
Datanglah tahun depan..
Datanglah jika Allah memperkenankan.

Kamis, 12 Juli 2012

Sang Kala

oleh Bapake Dzaky pada 9 Juli 2010 pukul 18:12 ·


Pengetahuan tentang kesatuan hidup manusia adalah pengetahuan yang meliputi bumi dan kemanusiaan. Untuk memimpin kehidupan seharusnya mempergunakan satu metode kepemimpinan yang menyatu dengan yang dipimpin. Manusia seluruhnya harus bersatu hati karena pada dasarnya kita satu nenek moyang, sedarah sedaging sehingga dapat hidup senang secara bersama. Bila manusia mengabaikan prinsip kesatuan, maka akan menjadi hancur dan menghancurkan. Para pemimpin juga harus menyatukan tindakan dan perbuatan, jangan lebih banyak dengan suara saja. Jika tidak, sebagian banyak hanya memerlukan suara agar tampak pendapatnya baik, walau tindakannya mengecewakan, rusak dan merusakkan. Janganlah jadi pemimpin yang dipermainkan oleh hawa nafsunya tanpa menyadari dan mengerti bahwa hawa nafsu mengajak malas, kikir bila berhubungan dengan kewajiban, tapi bersemangat, pura-pura dermawan, jika berhubungan dengan kesenangan. Saat ini sebagian pemimpin belum menaruh perhatian pada kebaikan dan kesejahteraan manusia, akan tetapi baru memperhatikan kaum dan golongannya sendiri, bahkan badannya sendiri. Jika badannya sudah memperoleh kesenangan, mereka merasa pahala dan seolah sampai pada tujuan dan maksud. Hal demikian itu sudah banyak terjadi dan terlihat buruknya, yang akhirnya menyebabkan rusaknya kesatuan dan terpecahnya yang dipimpin karena jera melihat pemimpin yang dusta.

Wikan ing sangkan paran

Wikan ing sangkan paran
oleh Bapake Dzaky pada 30 Oktober 2011 pukul 11:03 ·

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian, Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci Allah, Pencipta Yang Paling Baik". (QS al-Mu'min [23]: 12-14).

Sabtu, 30 Juni 2012

Ayoo semakin menyeru..

Ayoo semakin rajin menyeru..
Oleh : Suratun Almaidah

Dakwah?? Apaan tuh? Hmm mungkin dari sebagian kita belum ada yang megerti tentang ini, tapi mungkin ada juga yang sebagian sudah expert sekali di bidang ini. Jadi apa dong dakwah itu? Dakwah bisa diartikan menyeru. Menyeru dan mengajak seluruh umat ke jalan cinta Allah. Jalan cinta yang insya Allah penuh dengan rahmat Allah SWT.
Dakwah nggak harus selalu ceramah diatas mimbar, mendengung-dengungkan ayat suci Al Qur’an. Dakwah gak harus maju perang. Karena sesungguhnya mengajak orang lain untuk sholat itu juga sebuah dakwah. Mungkin kalau yang lebih dekat dengan kita-kita ini adalah mengajar ngaji di TPA.

Rabu, 13 Juni 2012

Ketua I



Inilah sosok Ketua I Badko Rayon TKA TPA Kecamatan Tempel. Beliau bertempat tinggal di Dusun Gundengan Kidul Margorejo Tempel Sleman. Beliau bekerja di Kantor Depag Kabupaten Sleman. Karena 6 tahun menjadi murid Ustadz Abu Bakar Ba'asir, maka tidak perlu diragukan lagi ilmunya.
Oleh karena itu jika anda ingin mengundang beliau memberikan kajian Islam bisa hubungi di no kontaknya CP. 0274 7817240, 085743706884 atau Email muh.subkhi@yahoo.com

Senin, 11 Juni 2012

Pelatihan Ustadz/ah TKA TPA Tk. Dasar

PELATIHAN USTADZ USTADZAH TKA TPA TINGKAT DASAR

Insya Alloh pada hari Ahad tanggal 01 Juli 2012 atau 11 Sa'ban 1433 H, Badko Rayon TKA TPA Kecamatan Tempel bekerja sama dengan Badko Rayon TKA TPA Kecamatan Turi, Badko Rayon TKA TPA Kecamatan Seyegan, beserta Lumbung Zakat Indonesia akan melaksanakan Pelatihan Ustadz Ustadzah TKA TPA Tingkat Dasar di Ponpes. Darul 'Ulum Kragan Mororejo Tempel Sleman. Acara tersebut diadakan bersamaan dengan Pelantikan Pengurus Badko TKA TPA Rayon Kecamatan Tempel yang baru.
Mau Lihat Time Schedulenya, Klik Sini

Sabtu, 09 Juni 2012

Pengurus


DAFTAR SUSUNAN PENGURUS
BADKO RAYON KEC. TEMPEL


Pelindung            :     Camat Kecamatan Tempel
Pembimbing        :     1. Bp. Edy Supriyanto 
2. Bp. Marsono
3. Bp. Sutardi

Ketua I                  : Muh. Nur Subkhi (Gundengan Margorejo)
Ketua II                 : Gunawan (Kopen Lumbungrejo)
Ketua III                : Anas Khalimi (Nglengkong Sumberrejo)
Sekertaris I          : Nurngajiyana (Karanggayam Sumberrejo)
Sekertaris II         : Candra Dewi R (Karanggawang Mororejo)
Bendahara I         : Siti Khoiriyah (Soko Martani Merdikorejo)
Bendahara II        : Hartono (Gesikan Merdikorejo)